Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Monday, September 22, 2014

Beginilah Perbatasan Indonesia dan Papua Nugini

Papua Satu. Desa Skouw di Jayapura merupakan salah satu perbatasan dari negara Indonesia dan Papua Nugini. Wisatawan yang datang ke sana bisa melihat bagaimana gapura yang memisahkan kedua negara tersebut dan juga mengintip pantai-pantai cantik di Papua Nugini.

Perjalanan dimulai saat saya dan teman saya sedang ada tugas kerja di Papua, tepatnya di Jayapura. Setelah mendarat di tanah Papua, disepanjang perjalanan ke hotel kami pun mengobrol tentang tempat wisata di Papua.

Mendadak keluar kata perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Kita langsung deal untuk besok pagi ke sana. Setelah sarapan, kita langsung bergegas karena memang jaraknya cukup jauh dari Jayapura. Lebih tepatnya kita sedang menuju Desa Skouw.

Jalan yang bagus, aspal yang jauh membuat kita melaju dengan kencangnya. Oh iya, kita menyewa mobil menuju ke sana. Bisa dibilang cukup mahal, karena sekali jalan kita dibandrol harga Rp 750.000.

Walu mahal, tetapi sesuai lah dengan jarak yang jauh. Terlebih masih jarang ada supir untuk ke sana, karena memang di sana daerah yang masih rawan. Disepanjang jalan kita disuguhi pemandangan yang sangat indah, perkampungan warga, hutan, dan udara yang masih segar.

Mendekati perbatasan kita akan melewati pos jaga TNI, setiap lewat kita harus membuka kaca mobil agar mereka tahu di dalam mobil ada siapa dan berapa orang di dalam mobil.

Sampai diperbatasan kita akan melewati pos milik TNI lagi dan memberikan KTP. Kebetulan yang diambil hanya KTP sopir kami. Setelah itu kita berjalan menuju gapura yang berada di Indonesia, bertuliskan "selamat jalan" dan sisi sebaliknya "selamat datang."

Diseberang jalan terdapat gapura milik Papua Nugini yang bertuliskan "Welkam Long Papua Nugini." Satu yang bisa saya ucapkan, ini pertama kalinya saya ke luar negeri, dan itu Papua Nugini!

Walaupun hanya diperbatasan, tetapi kami sempat masuk agak jauh untuk foto-foto pantai yang ada di Papua Nugini.

Diperbatasan juga ada pasar yang masih wilayah Indonesia, tetapi lebih banyak masyarakat Papua Nugini yang berbelanja di sini. Di pasar saya sempat beli baju yang bertuliskan Papua Nugini dan menukar uang Kina, mata uang setempat.

Kami cukup beruntung bisa sampai di perbatasan, karena beberapa teman saya yang ke Papua mereka tidak berkesempatan untuk sampai di Desa Skouw.

Selain itu, ini daerah yang masih rawan untuk dikunjungi. Kita harus dipandu supir yang sudah berpengalaman ke sana. [travel.detik.com]

Wednesday, February 26, 2014

Raja Ampat Menjadi Tuan Rumah Sail Indonesia 2014

Setelah Sail Komodo 2013, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat akan menjadi tuan rumah pelaksanaan sail tahun 2014, dengan nama Sail Raja Ampat 2014. Penujukan Raja Ampat sebagai tuan rumah terungkap baik melalui surat-surat resmi maupun secara lisan, oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono pada penutupan Sail Komodo 14 September yang lalu di Labuan Bajo, Manggarai Barat tahun lalu.

“Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sudah menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah Sail Indonesia 2014 melalui surat resmi kepada Asosiasi Sail dan Wisata Indonesia (Aswindo),” kata Ketua Aswindo Hugua. Menurut dia, Sail Indonesia yang dipusatkan di Raja Ampat akan dihadiri sekitar 180 kapal layar mewah (yacht) dari berbagai negara, yang akan bertolak dari Australia sebagai titik awal konvoi.

Hugua mengungkapkan, para peserta Sail Indonesia hanya mau singgah di wilayah kabupaten yang pemerintah dan masyarakatnya bisa menyuguhkan berbagai atraksi budaya yang belum tersentuh modernisasi.

“Di wilayah kabupaten yang disinggahi, para peserta Sail hanya mau melihat kehidupan masyarakat yang masih alami dan kondisi lingkungan yang masih hijau,” katanya.

Ia mengatakan para peserta Sail rata-rata orang berkantong tebal di negara-negara maju yang sudah bosan melihat bangunan gedung pencangkar langit dan kehidupan yang penuh dengan rakayasa.

“Ketika para peserta layar ini tertarik dengan keaslian kehidupan masyarakat dan alam lingkungan, mereka akan berusaha kembali datang dan membawa keluarga dan kerabatnya,” katanya.

Salah satu tujuan Sail Indonesia adalah untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal tetapi juga dalam rangka mempromosikan potensi wisata alam dan wisata budaya daerah yang bersangkutan.

“Saya harap seluruh elemen masyarakat untuk kerja sama dan membangun kemitraan yang baik untuk mensukseskan pelaksanaan sail 2014. Nanti akan banyak program dari kementerian dan lembaga kabinet Indonesia bersatu yang akan masuk ke Raja Ampat,” harap Agung Laksono di Labuan Bajo tahun lalu. [Zonadamai.com]

Monumen Tugu Pepera

Banyak cerita sejarah yang terdapat di tanah Jayapura, salah satunya adalah dengan dibangunnya monumen tugu Pepera. Pembangunan monumen ini dibuat untuk memperingati deklarasinya rakyat Papua dan khususnya Kabupaten Jayapura itu sendiri dalam hal bergabung di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Bangunan ini menyimpan banyak cerita sejarah tentang rakyat di Jayapura dan juga selalu menjadi tujuan utama bagi setiap wisatawan yang datang ke bumi Papua. 

Wisata Dan Sejarah Singkat Bangunan monumen tugu Pepera ini tidaklah terlalu besar, namun jika dilihat secara lebih dekat, banyak keunikan yang bisa anda temukan. Monumen ini dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari besi, di cat berwarna putih dengan beberapa tiang yang terbuat dari semen sebagai penyambung antar pagar. 

Tiang ini memiliki ukiran yang sangat khas, yaitu bermotif ukiran Tifa. Ukiran ini memiliki makna besar yang berarti “Berasal Dari Satu Suku Besar”. Di dalamnya terdapat sebuah penanda yang bertuliskan “MONUMEN TUGU PEPERA” dan di belakangnya terdapat beberapa anak tangga kecil untuk menuju ke dinding yang bergambar peta wilayah Republik Indonesia dengan latar yang di cat berwarna merah putih. 

Pada bagian sisi dindingnya pun diberi ukiran yang sangat khas dengan suku Papua. Di bawah peta terdapat sebuah tulisan yang menjelaskan tentang sejarah Tugu Pepera ini. Pada bagian depan peta terdapat beberapa tiang yang berdiri tegak berjejer dengan bentuk sangat sangat khas. 

Tiang ini terdiri dari lima buah di sebelah kanan dan lima buah di sebelah kiri. Pada setiap ujung tiang memiliki sisi yang meruncing dengan beberapa ukiran pula di badannya. 

Menurut sejarahnya, monumen ini dibangun untuk memperingati deklarasinya Penentuan Pendapat Rakyat atau biasa di singkat PEPERA pada tahun 1969. Setelah PBB memutuskan bahwa Papua milik Indonesia, saat itu rakyat papua diberikan kebebasan untuk menentukan diri dalam hal bergabung di NKRI. Kebebasan berpendapat ini dilakukan dengan cara pemungutan suara yang dilaksanakan dari Merauke sampai ke Jayapura. 

Sebelumnya pernah terjadi pertikaian antara pemerintah Indonesia dengan Belanda dalam memperebutkan Tanah Papua ini. Pemerintah Indonesia terus berusaha menegaskan dan mengupayakan Papua untuk masuk dalam wilayah NKRI baik melalui cara diplomatik maupun cara militer. 

Sampai akhirnya pada tanggal 15 Agustus tahun 1962, PBB memutuskan untuk menyerahkan Papua kepada Pemerintah Indonesia. Hal ini ditegaskan dengan di tandatanganinya perjanjian antara Indonesia-Belanda. 

Perjanjian ini dikenal dengan nama perjanjian NewYork, karena penandatanganan perjanjian kedua belah pihak dilakukan di Markas Besar PBB yang berada di NewYork. 

Terdapat beberapa poin dari isi perjanjian NewYork ini yang harus dilaksanakan. Salah satunya adalah memberikan kesempatan kepada rakyat Irian Barat untuk menentukan pendapat mereka dalam hal ingin tetap berada di wilayah NKRI atau ingin memisahkan diri dari NKRI. 

Maka dari itulah pada tahun 1969 akhirnya dilaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Papua. Pelaksanaan pepera ini sendiri melewati beberapa tahapan. 

Tahap pertama yaitu mengkonsultasikan tata cara penyelenggaraan Pepera kepada Dewan-Dewan di Kabupaten Jayapura pada tanggal 24 Maret 1969. Tahap kedua yaitu pemilihan Dewan Musyawarah Pepera. 

Pemilihan ini berakhir sampai bulan Juni 1969. Tahap ketiga yaitu dilaksanakannya Pepera pada tanggal 4 Agustus 1969 yang dilakukan mulai dari Kabupaten Merauke sampai ke Kabupaten Jayapura. 

Berdasarkan hasil Pepera ini, didapat bahwa rakyat Papua akan tetap berada dalam wilayah NKRI dan untuk memperingatinya maka dibangunlah monumen tugu Pepera di dua tempat, yaitu di Kabupaten Merauke dan di Kabupaten Jayapura. 

Tuesday, October 01, 2013

Empat Tempat Wisata Terkenal Di Papua

Papua, jika kita membicarakan papua maka hal yang pertama kita ingat adalah sebuah tempat yang indah dengan panorama menakjubkan, ya pulau paling timur indonesia ini memang memiliki destinasi wisata yang sangat indah yang masih belum dikenal oleh dunia luar, namun potensi objek wisata di tanah papua tidak kalah dengan wisata di daerah lain di indonesia.

Apa saja akah objek wisata yang terkenal di papua? berikut infonya untuk anda:

1. Raja Ampat
 













Raja ampat adalah salah satu tempat wisata di papua yang sangat terkenal, raja ampat artinya empat raja, Tempat ini merupakan surga bawah laut dan diberi gelar sebagai Rumahnya Terumbu Karang di dunia. Gelar tersebut tidak diberikan sembarangan, sebab di Raja Ampat memang memiliki sekitar 75% dari jenis-jenis terumbu karang yang ada di seluruh dunia.

Selain itu, Raja Ampat juga kaya akan fauna bawah air Jadi, bagi anda penggemar diving, mengunjungi raja ampat adalah suatu hal yang wajib anda lakukan jika anda memang ingin mendapatkan pengalaman menyelam yang menakjubkan. Bagaimana tertarik?

2. Danau Santani











Danau Sentani adalah danau yang terletak di provinsi bagian timur Papua Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245 ribu hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua.

Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani berarti “di sini kami tinggal dengan damai”. Nama Sentani sendiri pertama kali disebut oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898.

3. Salju Abadi Jayawaijaya















Salah satu tempat wisata populer di tanah papua adalah puncak jayawijaya yang dikenal sebagai salju abadi, salah satu gunung tertinggi di dunia ini memang sangat menakjubkan, bagaimana tidak negeri yang di lalui garis khatulistiwa ini ternyata bisa bersalju itulah yang membuktikan tingginya puncak jayawijaya ini, sebab meskipun di negara tropis dan dilalui garis khatulistiwa namun puncak jayawijaya ini selalu diselimuti salju tebal, dan diberi gelar sebagai salju abadi,

Oleh sebab itu banyak pendaki dari berbagai belahan dunia datang ke salju abadi jayawijaya untuk mencoba dan merasakan mendaki tingginya puncak jayawaijaya, bagaimana anda tertarik?

4. Arkeolog Papua











Salah satu surga wisata di papua adalah arkeolog papua, papua memang sering dikatakan sebagai surganya tempat wisata karena selain memiliki objek wisata alam papua juga memiliki objek wisata Peninggalan arkeologi, arkeolog di wilayah Papua berasal dari jaman prasejarah di era Mesolitikum dimana berburu dan meramu adalah aktivitas utama manusia. Peninggalan arkeologi dari jaman ini misalnya Grotto Dudumunir Pulau Araguni, Kecamatan Fakfak, Papua Barat. Di tempat ini juga ditemukan artefak-artefak berupa alat pengeruk dan mata panah.

Relik dari era yang sama juga ditemukan dalam bentuk lukisan di atas dinding gua dan batu seperti di Bukit Tutari, Kecamatan Doyo Lama, Jayapura, Papua. Relik arkeologi yang tersebar di hampir semua area Papua dapat dimanfaatkan sebagai aset yang cukup potensial. Keberagaman ini dapat dijadikan sebagai nilai plus dalam pariwisata wilayah Papua.

Nah itu lah beberapa objek wisata di papua, sebenarnya masih banyak lagi objek wisata di papua namun akan kita bahas lain waktu, dengan potensi wisata yang sangat besar di papua bisa kita prediksikan dalam beberapa tahun kedepan papua akan menjadi destinasi wisata nomor 1 di Indonesia. [viva.co.id]