Tuesday, November 26, 2013

KNPB Rallies in Papua, 11 Wounds 2 Critical

At least 11 people were injured , two of them critically , after clashes between hundreds of mass West Papua National Committee ( KNPB ) and dozens of police officers in Waena Expo Cultural Park , Village Waena , Heram District , City of Jayapura , Papua , on Tuesday ( 11/26/2013 ) afternoon . Action with the same issue in Timika forcibly disbanded .

Police officers pelted with stones by the mob KNPB
In addition to injuries , a number of cars and motorcycles that pass in front of the Road Abepura Sentani Cultural Park , Jayapura , destroyed by protesters throwing stones . Information compiled Kompas.com , hundreds of mass KNPB led Warpo Wetipo , came Waena Expo Cultural Park at around 11:45 CET .

In his speech , mass KNPB expressed support for the OPM office in Port Moresby , capital of Papua New Guinea on December 1, 2013 . Police officers from Jayapura Police Mobile Brigade Detachment assisted A protester asked to perform an action in the Cultural Park pavilion .

The request was submitted for mass KNPB not permit demonstrations of Papua Police . Initially , the mass delivered complied Jayapura police chief , Chief Alfred Papare it . However , about an hour and then ran out of the mass of the Cultural Park and chasing members Dalmas Jayapura Police Station .

The chase that police replied with tear gas toward protesters . After stopping the chase against members Dalmas , a hundred masses were then gathered in front of Mega Waena and Abepura Road blockade Sentani . Massa had vandalized the cars and motorcycles passing .

Witnessing acts of vandalism and attacks on road users , members of Brimob pursue Dalmas with KNPB mass . When the mob ran , police were combing through backward Waena Expo , Mega Waena , and surrounding areas .

At least 29 members were arrested KNPB mass in the pursuit and arrested in Jayapura Mapolresta . In this sweep , police found a number of people lying injured by the mob attacked . The injured victim was then evacuated to a hospital in Jayapura .

Following the incident , with Brimob Dalmas Jayapura Police Station raided a number of houses suspected of being a gathering place KNPB activists . The raids get some air guns , bombs dopis fish , and a number of documents KNPB .

Based on information compiled Kompas.com , police are still on guard at a number of locations in the Village Waena until Tuesday night . Head of Public Relations Papua Police , Chief Sulistio Pudjo , say , the action of which the masses of KNPB contrary to the democratic principles for which they demanded to the government and police .

"The persecution and destruction committed by unscrupulous KNPB not democracy but anarchy acts form that should be banned by anyone who upholds democracy , " said Sulistio when contacted by phone Tuesday night . He also said it was clear KNPB mass actions against the law . Act decisively , he said , will be enforced .

Wednesday, November 13, 2013

Dokumen Pepera Terkuak

Rabu, 23 Juni 2010 18:30
Dokumen Pepera Terkuak
Bersama Dokumen Lain Akan Diserahkan kepada Presiden SBY


JAYAPURA - Bintang Papua - Memanasnya aspirasi desakan referendum akhir-akhir ini, rupanya membuat hati keluarga para pencetus Pepera meradang, untuk itu mereka akhirnya secara terang-terangan mempublikasikan dokumen sejarah Pepera itu kepada publik. Ya, dokumen sejarah Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat), terkuak. Ternyata dokumen berharga itu, masih tersimpan rapi di rumah keluarga keturunan Stefanus Saberi, mantan Ketua Gerakan Merah Putih Provinsi Irian Jaya sesuai SK No 35/TK/Thn 1968. Dalam SK Gerakan Merah Putih Provinsi Irian Jaya tersebut tercatat sebagai pelindung adalah Pangdam XVII Cenderawasih Brigjen Sarwi Eddie Wibowo dan Muspida Provinsi Irian Jaya saat itu. 


Pepera adalah referendum yang diadakan pada tahun 1969 untuk menentukan status daerah bagian barat Pulau Papua antara milik Belanda atau Indonesia. “Gejolak politik yang akhir- akhir ini terjadi di Papua antara lain tuntutan agar pemerintah Indonesia memberikan referendum bagi rakyat Papua untuk membentuk negara otonomi terlepas dari induk semangnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) membuat keluarga keturunan Stefanus Samberi mempublikasikan kepada rakyat Indonesia khususnya rakyat Papua,” ujar Yakobus D Affar, cucu tertua almarhum mendiang Stefanus Samberi ketika menggelar jumpa pers di Restauran Bintang Laut, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Rabu (23/6) pagi. Pasalnya, menurut Affar, selama sejumlah pihak selalu mengklaim bahwa merekalah pencetus Pepera, padahal dalam dokumen tersebut dikatakan bahwa Stefanus Samberi adalah seorang pencetus masuknya Irian Jaya ke pangkuan ibu pertiwi NKRI. “Dokumen otentik menyangkut sejarah Pepera kini masih tersimpan utuh di tangan saya. Semua kunci perjuangan Irian Jaya masuk ke NKRI ada ditangan saya,” tukas Affar. Karena itu, lanjutnya, pihaknya minta agar pemerintah Indonesia segera meluruskan sejarah Pepera yang tertuang dalam dokumen yang ditinggalkan Stefanus Samberi serta minta pemerintah Indonesia melindungi keluarga keturunan Stefanus Samberi di atas Tanah Papua.

“Melihat gejolak politik di Provinsi Papua antara lain rakyat Papua minta referendum, maka posisi kami terancam. Saya minta pemerintah Indonesia harus segera meluruskan sejarah Pepera agar semua orang dapat memahami tokoh No 1 yang memasukan Irian Jaya ke NKRI adalah Stefanus Samberi,” tukasnya meneteskan air mata. “Saya menyampaikan hal ini karena didukung bukti otentik dari dokumen asli peninggalan tete saya Stevanus Samberi. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Mantan Ketua Gerakan Merah Putih Provinsi Irian Jaya saat Pepera hanya tete saya Stefanus Samberi bukan banyak orang sebagaimana yang diklain sejumlah pihak selama ini,” tukasnya seraya menunjukan dokumen asli peninggalan Stefanus Samberi. 


Menurut Affar, pihaknya membuka dokumen sejarah Pepera kepada publik lantaran Nikolaus Youwe, Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah kembali ke Tanah Air setelah selama puluhan tahun tinggal di Negeri Belanda. Keberangkatan Nikolaus Youwe ke Negeri Belanda saat itu juga adalah berkat saran dari Stevanus Samberi. Ketika Nikolaus Youwe tiba di Jayapura, maka ketika itu pula Yakobus Affar berinisiatif meminta waktu untuk bertatap muka bersama Nikolaus Youwe hanya untuk sekedar menunjukkan foto dirinya dan Nikolaus Youwe tempo dulu sekaligus memohon kepada Nikolaus Youwe memfasilitasi agar keluarga almarhum mendiang Stefanus Samberi dapat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 


Namun demikian, ujar Affar, permohonan untuk bertemu Nikolaus Youwe hingga kini tak pernah ditanggapi yang bersangkutan. Bahkan ia juga meminta bantuan Ondoafi Gasper Sibi untuk mempertemukannya dengan Nikolaus Youwe. Tapi belum terealisasi hingga kini. Maksud pertemuan dengan Presiden SBY, tambah Affar, agar pihaknya dapat menunjukkan sebuah dokumen tentang sejarah Pepera. Betapapun, sejarah Pepera mesti diluruskan oleh pemerintah serta rakyat Indonesia khususnya rakyat di Provinsi Papua. “Hal yang benar harus diungkapkan karena kebenarannya adalah diatas segalanya,” tukasnya. 


“Karena sulit bertemu Nikolasu Youwe, makanya saya gelar jumpa pers agar dapat dipublikasikan kepada pemerintah dan rakyat Papua. Biar pemerintah Indonesia dapat membandingkan perjuangan tete Stevanus Youwe dengan Nikolaus Youwe” Sekedar diketahui, Stefanus Samberi lahir di Serui 6 Juli 1935. Pada 9 Agustus 1976 di Jayapura ia diangkat menjadi Ketua Gerakan Merah Putih Provinsi Irian Jaya Almarhum Stefanus Samberi meninggal tahun 1983 ketika transit di Bandara Hasanuddin Makasar dalam penerbangan dari Jakarta menuju Jayapura. Kini jasad Stevanus Samberi dibaringkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Trikora, Waena. (mdc)

Monday, November 11, 2013

FAKTA-FAKTA UNIK TENTANG PAPUA


http://www.thecrowdvoice.com/post/fakta-fakta-unik-tentang-papua-5995402.html
Keindahan Alam Papua
Di postingan kali ini, saya akan membahas mengenai keunikan-keunikan dari daerah tempat tinggal saya; Tanah Papua.

1. Di Papua terdapat 268 bahasa daerah selain Bahasa Indonesia yang digunakan dan dikembangkan oleh berbagai suku di sana. Sehingga para peneliti di Amerika dan Eropa menyebut tanah Papua sebagai laboratorium bahasa.
Silakan di intip:
http://www.thecrowdvoice.com/post/bahasa-di-papua-dan-papua-barat-5924669.html

2. Bagian utara dan timur Papua merupakan daerah rawan gempa, sedangkan di bagian selatan termasuk daerah yang stabil.

3. Terdapat lebih dari 255 (52 %) suku asli di wilayah Papua. Sedangkan 48 % nya adalah Non-Papua yang didominasi oleh suku dari Jawa dan dari Sulawesi.

4. Di Papua terdapat Puncak Jaya yang merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian diatas 5.000 meter. Puncak ini unik karena bersalju abadi padahal terletak di garis khatulistiwa.

5. Papua memiliki beberapa fauna khas diantaranya Cendrawasih, burung pintar, Kanguru, Kus-kus, kupu-kupu sayap burung dan Kasuari yang endemik di wilayah tersebut.
baca lebih lanjut gan:
http://www.thecrowdvoice.com/post/burung-cendrawasi-dari-papua-4891447.html

http://www.thecrowdvoice.com/post/burung-pintar-dari-papua-barat-4779728.html

http://www.thecrowdvoice.com/post/kupu2-sayap-burung-dari-papua-4800635.html

6. Di Papua terdapat tumbuhan obat yang disebut "SARANG SEMUT" dan "BUAH MERAH" yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS.
Lebih lengkapnya di sini sob:
http://www.thecrowdvoice.com/post/buah-merah-papua-5904098.html

7. Salah satu senjata tradisional suku Papua adalah pisau belati yang terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan hulunya dihiasi bulu dari kasuari.

Lanjut di bawah
(◦'⌣'◦)'')   ⇩
(,(")(")   ⇩⇩

Demonstrasi bukan Demokrasi



Illustrasi Demo (foto: ardhimorsse.wordpress.com)
Demonstrasi adalah hal yang sudah sangat sering didengar dikalangan masyarakat Indonesia khususnya di Papua. Mulai dari masalah Seperatis, Penolakan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan penolakan Otonomi Khusus (Otsus) Plus yang tak kunjung ada akhirnya.

Jika dilihat lebih dalam mereka selalu mengatas namakan demokrasi dibalik aksi mereka yang tak jarang juga akan berakhir dengan anarkis. Sehingga banyak sekali kerugian yang ditimbulkan oleh aksi mereka ini. Walau kadangkala terdapat pula pihak-pihak yang merasa senang.

Apa sebenrnya tujuan mereka datang di kampus? Mau belajar kah atau mau demo? Atau ada indikasi bahwa sebenarnya mereka telah disusupi oleh institusi lain atau perorangan yang mendanai semua kegiatan mereka untuk satu tujuan tertentu yang pastinya akan menguntungkan pihak yang berkepentingan tersebut.

Demokrasi penyampaian pendapat di Indonesia yang telah diatur oleh Undang-undang sering di politisir oleh orang-orang seperti ini. Padahal sudah jelas bahwa Demokrasi Pancasila yang kita gunakan di negara kita ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kedaulatan ada di tangan rakyat.
  2. Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong.
  3. Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
  4. Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi.
  5. Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban.
  6. Menghargai hak asasi manusia.
  7. Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-wakil rakyat.
  8. Tidak menganut sistem monopartai.
  9. Pemilu dilaksanakan secara luber.
  10. Mengandung sistem mengambang.
  11. Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas.
  12. Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum.

Jadi, apa yang sebenarnya paham demokasi yang digunakan oleh para pendemo belakangan ini. Jangan-jangan mereka lebih tertarik dengan Money Politik yang lencarkan oleh orang-orang yang memiliki kantong yang tebal di belakang sana.

Seharusnya jika mereka sadar apa yang mereka pelajari dan perjuangkan di tempat pendidikan tersebut adalah merupakan suatu bentuk perjuangan juga, namun berbeda caranya. Tak perlu lagi ada aksi yang malah merugiakan orang lain, tak perlu lagi ketakutan-ketakutan orang yang beraktifitas dekat dengan pendemo.

Kini saatnya Indonesia berubah lebih maju. Jangan tunjukkan kebodohanmu lagi dengan aksi aksi yang cenderung anarkis dan berakhir di terali besi. (PS)